Episode I (satu) ….
Kurang lebh dua bulan yang lalu. Seekor merpati terdampar di negriku. Ia datang dr wilayah seberang. tubuhnya lemas dan matanya sayup krn krg tidur. Ia hampir sj pingsan.
Kuputuskan untuk memelihaaranya. Hari berganti.., kucoba curahkan seluruh perhatianku ntuknya.. Kuberikan separuh nafasku. Kuharap kelak ia bs hidup bahagia.
Jarum jam tanganku berjalan terus, waktu berganti, bulan sabit telah menjadi Purnama. Tak terasa kesehatannya mulai pulih. Sesekali ia mengepakkan sayapnya yang putih di atas pundakku, seolah ia ingin berbisik “makacy ka’ tlah merawatku..!”.
Kurang lebih setengah bulan kucoba mendekatinya, ia bicara banyak hal tentang keluaga dan masalah pribadinya. Tutur katanya halus, akalnya begitu cemerlang. Bentuk paruhnya sangat indah, ia pun mulai akrab dgnku... Kadang ia terbang ke angkasa tp kmdn kembali betengger di atas lenganku. Aku mulai tergoda seolah ingin memiliki selamanya.
Sesekali ia menatap mataku dalam keraguan….. spertinya ia mragukan ttg ketulusanku. Kadang aku bersumpah dalam bahasa binatang bhw aku betul2 ikhlas merawatnya.
Kadang kukuras suruh asa agar ia bisa mengerti bahasa batinku. Kupakai bahasa yang kira-kira sanggup ia pahami namun akalnya yang hijau masih tetap meragukanku.
..Ntah knapa beberapa hari kemudian, ia mengepakkan 1000 x sayapnya terbang dan hinggap ke dahan yang lain. Namun sejak kecil aku dilatih untuk mengikhlaskan segala sesuatu terjadi. (bercambung…)
MeRpati Episode ke-2 (kedua..),
Beberapa hari ia begitu menikmati lingkungan baru saat ia hingap di dahan yang lebih kokoh...
Sesaat kutermenung dlm penantian. Kuharap ia bisa kembali dengan berita baiknya. Namun ia belum juga datang mengetuk pintu rumahku. Ntah knapa tiba-tiba kepakan sayapnya mengharumkan ruanganku. Gayung bersambut, ia pun datang.
Sesaat ia melompat mendekatiku, Kulihat matanya berkaca-kaca. Cermin hatinya begitu kabur, pipinya membiru. Kaki yang dulunya indah saat ini membengkak seperti cakar elang seolah ingin mencengkram sesuatu.
Ia tak lagi selembut dulu. Bathinku seolah berkata, ada sesuatu yang hilang pada dirinya. Ternyat benar……, (bersambung….)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar