Kadang ketermenung sendiri di kamar yang gelap tanpa cahaya. Kubuka tirai yang menghalangi cahaya itu. dan seketika barang2 di ruangan itu terlihat. Aku tak bisa bayangkan bagaimana dunia tanpa cahaya. Manusia akan berfikir untuk mencari cadangan listrik di tengah krisis listrik. Saya juga tidak habis pikir bagaimana ngatur waktu kerja dan tidurnya. Waktu menjadi linier tak ada batas siang atau malam. Satu kata yang mewakili semuanya dan harus kukatakan kpdmu adikku. Segala puji bagi Tuhan. Engkau sangat santun mengajari kami yang keras kepala dalam "semedi".
(NasRi AbduH)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar