Selasa, 22 September 2015
Sabtu, 04 Oktober 2014
TELAGA Al FATIHAH
Telah turun tujuh ayat ke Bumi
dari Arasy Tuhan Yang Agung nan Suci
dari Arasy Tuhan Yang Agung nan Suci
Telah turun Surah yang mulya lagi
diberkahi
Yang berhubungan tanpa tirai dengan Pencipta
Adakah manusia mengetahui bahwa kalimat-kalimat
ini
mengandung seribu lapis makna dan
hikmah
Adakah manusia mengetahuinya bahwa
Ia mengandung seribu penawar bagi
penyakit hati
Kesempurnaannya menunjukkan ketauhidan
dan
kepasrahan tertinggi dalam makrifah
Wahai seluruh insan..!,
sesungguhnya akar dari pedihnya tubuh
ada pada sakitnya hati
Keangkuhan dan keserakahan adalah
cabang-cabangnya.
Sifat Bakhil dan cinta dunia adalah
ranting dan daun-daunnya
Basulah wajahmu.., usaplah tangan dan
kakimu
dengan air hujan dari langit Rahmat
Wahai sahabatku..! Fa ‘aina tadzhabun…
Hendak kemanakah kalian berjalan
Berangkatlah menjemput Penawar pada
Telaga Al Fatihah
dalam Qalbu orang-orang shaleh dan
Ikhlas
Bersimpuhlah dan memohon Ridho di
hadapan-Nya,
agar mereka memberimu meski seteguk air
dari telaga keabadian,
agar kerongkongan batinmu yang kering
dan resah kembali basah dan pulih
Wahai Yang maha pengasih dari semua
yang mengasihi
Yaa.. Nuur FauQa Qulli Nuur, Yaaa
Hafidz…!
Duhai Cahaya di atas segala Cahaya,
Duhai Yang Memelihara
Peliharalah kami dari gangguan dan
tipu daya Dunia
(Muhammad Nasri Abduh, 24 Juni 2012)
Jumat, 03 Oktober 2014
Bincang-Bincang FB-01
Makassar, 19 September 2014
Seberapa besar pun kekuatan "ruh" & bodi itu, pasti ia punya batas, pada titik tertentu ia pasti mengalami kelelahan dan butuh waktu untuk hibernate/refresh (istirahat sejenak). sedangkan yang SATU ini tidak pernah lelah dan ngantuk dalam keadaan bagaimana & apapun. Yang ingin sy bahas bukan persoalan perintah maupun laranganNya atau surga dan nerakaNya. Tp inner power (cahaya) pada diri manusia itu berasal dari yang SATU ini. Siapa sj yang melepaskan tali kepadaNya pasti ia kan "hancur" seberapa besar & kuatpun kekuatannya... (eNtekamma..?)
Seberapa besar pun kekuatan "ruh" & bodi itu, pasti ia punya batas, pada titik tertentu ia pasti mengalami kelelahan dan butuh waktu untuk hibernate/refresh (istirahat sejenak). sedangkan yang SATU ini tidak pernah lelah dan ngantuk dalam keadaan bagaimana & apapun. Yang ingin sy bahas bukan persoalan perintah maupun laranganNya atau surga dan nerakaNya. Tp inner power (cahaya) pada diri manusia itu berasal dari yang SATU ini. Siapa sj yang melepaskan tali kepadaNya pasti ia kan "hancur" seberapa besar & kuatpun kekuatannya... (eNtekamma..?)
Minggu, 15 Juli 2012
MARS REMAJA-PEMUDA MASJID
Wahai sahabat gabunglah dengan kamiiii
Majelis ilmu dan Qiraat Alquran
Dekatkan diri pada ilahi Rabbi
Cinta pada Nabi dan AlQuran Suci
Cobaaa ikhlaskan hati karena Allah
Agaar tercuraaah rahmat-Nya pada hati
Berbuuuat amal ntuk tujuan akhiiir
Peduuuli bangsa dan masyarakat kita
Wahai Remaja jangan lupa si Yatim ( refrain )
Berderma pada Si FaQir dan Si Miskin
Smooooga kelak dapat syafaat Allah
Wahai Sahabat salamlah pada Nabi
Allahumma Sholli ala
Muhammad Ya Rabbi Sholli alaihi Wassalam
Allahumma Sholli ala
Muhammad Ya Rabbi Sholli alaihi Wassalam
Allahumma Sholli ala
Muhammad Ya Rabbi Sholli alaihi Wassalam
Wahai Cahaya Sinari jiwa kami
Engkaulah Allah tempat kami memohoon
Tempaaat berlindung, tempat kami bersandaaaar
Tak satu pun jua yang dapat serupai
Engkaulah Cahaya di aataas Cahaya
Pelita Ruhani pada Alam semesta
Sinaar petunjuk bagi yang mendekatii
Obat penawar bagi yang sakit hatiiii…
Senin, 02 Juli 2012
Air Mata Tuhan
Air Mata Tuhan…
Aku Merindukan-Mu Kasihku
Dimanakah Engkau..?
Kucari Engkau dalam Acara Haul para Aulia dan Ambiya
Kumasuki majelis-majelis dzikir
Kulihat jamaah histeria menyebut-nyebut
namaMu yang Agung nan Indah
Namun aku tidak menemukan-Mu di tempat itu
Kulangkahkan kakiku masuk ke masjid-masjid
Kubuka lembaran-lembaran firmanMu yang Suci
Kuhadapkan wajahku pada mimbar khotbah para imam
Kurapatkan lutut dan dahiku seraya bersujud
Namun aku pun tak merasakan kehadiranmu
Kupacu kendaraanku..,Kutemui Mursyid ku…
Kucoba menatap wajah dan menghirup aroma tubuhnya
Aku pun mereasa gersang dengannya
Kuputuskan ke mal-mal tempat berkumpulnya manusia
Kulihat pantat, kuraba kelamin dan payudara perempuan
Akalku tercemar, Birahiku meningkat
Namun aku pun tak merasakanmu di sana
Akhirnya………!
Ku berlari pulang ke rumah…
Kulihat seorang perempuan dan bocah kecil 4 bulanan menangis
Kutengok di sebelah kanan dekat sumur ayahku
Seorang perempuan tua sedang membersihkan pakaian
Ia bangkit menyapaku dengan wajah sedih
dan mata yang berbinar-binar
bibirnya bergetar seraya bertanya “Dari mana saja kamu anakku”..?
Satu katapun tak terucap sebagai jawaban
Kubuka pintu kamarku, kulihat wajahku pada cermin
Hatiku sedih, Air mataku pun mengalir
Kurasakan kehadiran-Mu wahai kasih yang paling pengasih
Aku seolah melihat Engkau
dalam air mataku dan air mata mereka
(Makassar, 2 Juli 2012)
Senin, 25 Juni 2012
BANTUAN KARENA ALLAH
Apa yang dimaksud dengan bantuan.?
Bantuan adalah upaya yang kalian
berikan untuk berhikmah dengan ikhlas memperlancar jalan dakwah agar Cahaya
masuk dalam akal dan hatimu. Apakah para wali dan para nabi butuh bantuan
selain Allah SWT.? Jawabannya, “Tidak”. Sesungguhnya mereka menyandarkan asa
sepenuhnya pada Allah swt. Adapun permohonan bantuan pada sisi makhluk semata
hanya untuk mengajak manusia dan jin untuk bertakwa pada Allah SWT dengan
mengikhlaskan ketaatannya.
Para wali dan para nabi tak putus-putusnya
bermunajat memohon rakhmat dan kasih-sayang Allah SWT agar dibukakan jalan
dalam mengemban risalah yang Allah SWT bebankan di pundaknya. Karena itu
bantuan manusia pada hakikatnya adalah bantuan Allah setelah kekasihnya sepenuhnya
menyandarkan usaha kpdNya terlebih dahulu. (Muhammad Nasri Abduh)
Minggu, 24 Juni 2012
DAHULUKAN DIRI SEBELUM ORANG LAIN
Kuingin menasihati diriku diriku sebelum menasihati orang lain
Kuingin mengolok-olok diriku sebelum mengolok-olok orang lain
Kuingin menampar diriku sebelum menampar orang lain
Kuingin mengoreksi diriku sebelum menuduh orang lain berbuat salah
Pokoknya, Kuingin menertawakan semua hal ttg diriku sebelum menertawakan
orang lain
Agar semua itu menjadi nasihat bagi diriku seraya menyadari
bahwa betapa
sakitnya semua itu
jika orang lain melakukannya pada
diriku.
Akhirnya Aku kan menjadi mursyid buat diriku bukan buat orang lain.
(Muhammad Nasri Abduh, Juni 2012)
Langganan:
Komentar (Atom)