Setelah pikiran dan hatiku kembali ke FitrahMu, aku tak lagi mempunyai pengetahuan, tak lagi mempunyai harta benda.
Saat ini aku pasrah kemana Engkau kan membawaku. Segala apa yang kumiliki hanyalah titipan dariMu. Engkau berhak mengambilnya kapan dan dimana saja.
Penderitaan kan membuatku lebih dewasa dan lebih dekat denganMu. Mau apa lagi...? Terpaksa atau tidak, ikhlas atau tidak, kita harus menurut pada arus yang Engkau tlah tetapkan.
Akhirnya... kuikhlaskan semua ini untuk mencapai Ridho-Mu ya Allah...
(Nasri Abduh)